Buya Hamka “dari gelap menuju terang”

February 28, 2014 at 7:34 am Leave a comment

Buya Hamka “dari gelap menuju terang”

QS Al Baqarah Allahu waliyullazi na amanu yhrizuhu ilazulumati ilannur

 

Allah adalah menjadi pemimpin bagi orang-orang yang beriman, orang yg mempunyai kepercayaan yang teguh….

Allah menjamin mengeluarkannya dari gelap gulita kepada terang benderang…. Gelap gulita dari kebodohan menjadi kepintaran..

Untuk orang kafir, dari terang benderang, dia akan dipimpin oleh taghut, menuju gelap gulita… oleh sebab itu rohani manusia berada diantara gelap dan terang kehidupan…

Jika bandan kita diberi cahaya oleh matahari, rohani kita pun diberi juga terang, berupa petunjuk dan hidayat Tuhan.

Dalam Al Qur’an Allah member bujukan kepada orang2 yang beriman.. “engkau ini adalah orang yang tinggi kalau engkau tetap memegang kepercayaan kepada Allah SWT”

Dalam perjuangan hidup di dunia, berjuang diantara yang haq dan yang batil, yang terang dan yang gelap, manusia berjalan di sekitar itu, di kiri dan di kanan kita jumpai

Maka dibuatlah pedoman untuk manusia… sebagai pegangan dalam menghadapi badai…

Hukum alam, tidak ada yang tetap, yang tetap adalah berubah…

Panas akan hujan, hujan akan panas, banjir akan kering, laut ada pasang ada surut, itu kehidupan di dunia. Itu yang harus kita yakini agar kita tidak TEROMBANG AMBING. Dalam mengarungi hidup. Kalau kita sudah terombang-ambing, hari yang terang, panas terik, gelap dalam hati.

Yang penting adalah menjaga hati. Sampai nabi bersabda : di dalam tubuh manusia terdapat segumpal darah, jika baik semua baik, jika rusak semua rusak, yaitu hati.

Do’a yang mengandung sifat2 lemah, do’a menjaga hati : ada 4 perkara

Allahumma ini audzubika min kalbi la yahsa

Aku sangat berlindung kepada engkau ya Allah jangan sampai hati tidak khusyu’ lagi.

Khusyu’ artinya jelas tujuannya kepada Allah.  Sembahyang 5 waktu, sembahyang itu ialah khusyu’, terpadu ingatan kepada Tuhan.

Jika hati sudah dihinggapi penyakit, begitu takbir, pikiran sudah melayang kemana-mana.

Banyak orang sembahyang tapi tidak ada bekas sesudahnya… padahal sembahyang, hidup ,mati, untuk Allah semata. Jika sembahyang dari hati yang khusyu’ akan berbekas dalam kehidupan.

Jika bacaan fasih tapi tidak dari hati, sembahyang tidak akan merubah perangai. Janganlah kita mempunyai hati yang tidak khusyu’. Jika hati sudah tidak teringat kepada Allah, setiap perbuatan jelek akan enak saja kita kerjakan.

Wamin ilmilan ya fa’

Aku berlindung dari ilmu yang tidak member manfaat. Ilmu yang member manfaat akan membawa manusia kepada iman. Sekarang ilmu banyak, bukan membawa kepada iman, tapi membawa kepada celaka. Seperti ilmu tentang tenaga atom… timbul bom atom. Sekarang orang ketakutan akan kejadian yang sama lagi. Kesimpulan, ilmu harus dikendalikan oleh iman.

Waminafsilatasba’

Aku berlindung daripada nafsu. Berlindung dari nafsu yang tidak merasa kenyang. Ini yang mengakibatkan penjajahan di muka bumi. Sekarang timbul penjajahan baru, yaitu penjajahan fikiran. “Kalau manusia itu mendapat suatu lembah yang penuh dengan emas, dia ingin mendapatkan satu lembah lagi, dapat dua minta tiga dan seterusnya”. Padahal jika sudah menutup mata, tidak ada yang mengisi raga kecuali tanah.

Ravleo Tolstoy , orang kaya melihat tanah yang luas. Yang punya tanah bilang, Anda boleh ambil tanah ini jika anda bisa berjalan ke barat sampai datang kembali  sebelum matahari terbenam. Ketika berjalan, ingin  tambah lagi, tambah lagi….  Akhirnya orang itu mati….

Manusia punya angan-angan tapi lupa bahwa tenaganya terbatas.

Wamindu’a illa yusma’

Aku berlindung dari do’a yang tidak didengar lagi…. Berdo’a tidak didengar akan lebih menyiksa…

Hadist : badan sudah penuh dengan kekotoran dan debu, menengadahkan tangan ke atas, bagaimana mau dikabulkan?

Qur’an : Allah tidak mengajak dia bercakap…

Beratnya bertemu dengan orang2 besar, mereka mengulungkan tangan tapi matanya tidak melihat kita. Sakit rasanya. Bagaimana kalau yang marah adalah Allah? Banyaklah berdo’a

Do’a adalah ruhul ibadah….ibadah apapun intinya adalah do’a. Jika do’a tidak didengar lagi oleh Tuhan, apa daya kita. Jika kita evaluasi, itu bukan salah Tuhan tetapi salah kita. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tapi terkadang terbalik, minta tolong dulu baru menyembah….

Semoga Allah memberi kepada kita hati yang terang…

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

SEO Off Page Khutbah Jumat : Menjadi Insan Berjiwa Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2014
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pages


%d bloggers like this: