Budayakan Minum Susu Segar

May 8, 2012 at 12:50 am Leave a comment

“Untuk memenuhi standar kecukupan gizi berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 sebesar 6,4 kg/kapita/tahun, maka konsumsi susu minimal adalah : usia 5-20 tahun sebanyak 1 gelas/hari, usia 21-40 tahun sebanyak 2 gelas/minggu dan usia lebih dari 40 tahun sebanyak 1 gelas/minggu”.

Dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar mungkin kita masih ingat dengan slogan ‘4 sehat 5 sempurna’ dimana yang kelima adalah minum susu segar. Namun saat ini ‘4 sehat 5 sempurna’ bukan lagi ukuran untuk mencapai standar gizi dan kesehatan, terutama untuk anak-anak. Hendaknya masyarakat juga memperhatikan jumlah kalori yang diberikan kepada anak, terutama anak usia sekolah. Jumlah makanan ini berkaitan juga dengan porsi makan anak yang harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Keseimbangan antara makanan sehat dan jumlah inilah yang mengubah ‘4 sehat 5 sempurna’ menjadi ‘makanan gizi seimbang’ (health.kompas.com | Tinggalkan 4 Sehat 5 Sempurna! | Maria Natalia | Asep Candra | Sabtu, 22 Januari 2011 | 15:36 WIB | Dibaca: 10882 Komentar: 11).

Berdasarkan data BPS pada Susenas 2008 konsumsi riil susu hanya sebesar 2,1 kg/kapita/tahun. Ini berarti masih belum memenuhi standar kecukupan gizi yang direkomendasikan oleh pemerintah. Karena itu perlu terus dibudayakan minum susu sapi segar utamanya di kalangan anak usia sekolah.

Air susu sapi segar kaya akan nutrisi dan mengandung gizi sempurna. Berapa kebutuhan susu segar bagi kita ? Untuk memenuhi standar kecukupan gizi berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 1998 sebesar 6,4 kg/kapita/tahun, maka konsumsi susu minimal adalah : usia 5-20 tahun sebanyak 1 gelas/hari, usia 21-40 tahun sebanyak 2 gelas/minggu dan usia lebih dari 40 tahun sebanyak 1 gelas/minggu (Leaflet ‘Ayo Kita Budayakan Minum Susu Sapi Segar’ | Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan).

Permasalahan yang sering dihadapi seputar merebus dan minum susu dapat diikuti dalam dialog antara seorang murid (M) dan guru (G) dibawah ini :

M : “Bagaimana cara merebus susu segar agar tidak menggumpal atau pecah ?”
G : “Cara merebus susu segar agar tidak menggumpal/pecah adalah dengan menggunakan api yang kecil dan selalu diaduk dengan pelan”.

M : “Mengapa susu segar kadang-kadang berbau anyir atau berbau sabun sehabis direbus ?”
G : “Susu berbau anyir atau berbau sabun sehabis direbus mungkin karena wadah untuk merebus kurang bersih atau masih terdapat sisa-sisa sabun saat mencuci”.

M : “Berapa kali kita harus minum susu dalam sehari ?”
G : “Minum susu yang direkomendasikan adalah 2 kali sehari yaitu pagi hari dan malam sebelum tidur”.

M : “Apakah minum susu dapat menyebabkan kegemukan ?”
G : “Kegemukan atau kekurusan seseorang salah satunya ditentukan oleh jumlah energi yang masuk dan keluar tubuh disamping faktor hormonal dan bakat. Bukan karena jenis makanannya”.

M : “Minum susu secara rutin apa tidak menyebabkan penyakit kolesterol ?”
G : “Kolesterol secara alami diproduksi oleh tubuh karena diperlukan untuk sintesa berbagai hormon. Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akibat mengkonsumsi makanan tertentu termasuk susu secara normal akan akan dibuang melalui saluran ekskresi. Kolesterol tinggi dalam darah akan menjadi masalah jika terjadi gangguan fisiologi tubuh yakni terganggunya fungsi kontrol kadar kolesterol”.

M : “Bagaimana bila sehabis minum susu sering sakit perut bahkan diare ?”
G : “Sering sakit perut atau diare sehabis minum susu memang dapat terjadi pada manusia dengan laktosa intolerance atau tidak tahan terhadap laktosa/gula susu. Memang bagi orang yang sudah lama atau belum pernah minum susu perlu kiat khusus untuk memulai minum susu, caranya minum susu sesudah mengkonsumsi karbohidrat seperti nasi, roti, kentang dan lain-lain atau mulai minum susu sedikit demi sedikit, misalnya 1/3 gelas/hari kemudian ditingkatkan secara bertahap sampai 1 gelas/hari”.

M : “Bagaimana cara mengatasi agar tidak bosan minum susu segar yang ada rasa dan baunya amis?”
G : “Untuk mengatasi agar tidak bosan minum susu segar, mengurangi bau dan rasa amis susu segar dapat ditambahkan dengan berbagai rasa makanan buatan seperti rasa coklat, strawberry, melon, nanas dan lain-lain yang aman dan halal”.

Bagaimana cara membudayakan minum susu segar di daerah ? Mengubah kebiasaan memang tidak mudah termasuk merubah dari sering minum susu bubuk ke minum susu segar. Untuk mendapatkan gizi yang utuh dan peningkatan konsumsi susu segar diperlukan perubahan pola pikir budaya minum susu. Target sasaran paling realistis dalam membudayakan gerakan minum susu sapi segar disamping besarnya jumlah cakupan juga aspek manfaat gizi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah : anak Balita, anak usia sekolah, pegawai/karyawan swasta maupun pemerintah, rumah tangga, kelompok masyarakat dan sebagainya. Lingkup kegiatan yang dapat dilakukan meliputi : pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMTAS), pemberian susu bagi anak di Pos Pelayanan Terpadu, minuman pada rapat dinas atau pertemuan, kampanye gerakan minum susu segar melalui media massa cetak dan elektronik.

Anda tinggal di wilayah Magetan dan sekitarnya ? Bila membutuhkan susu sapi segar dapat menghubungi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan cq. Balai Latihan Peternakan di Desa Bibis Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan.

Magetan 27 Sya’ban 1432 H.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

TIPS Memulai Bisnis Usaha Percetakan susu segar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


May 2012
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pages


%d bloggers like this: