Koalisi

March 6, 2010 at 6:06 am Leave a comment

Oleh Irfan Fajaruddin Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, koalisi diartikan kerja sama (politik) antarpartai politik untuk memperoleh kelebihan suara di parlemen. Suara yang dimaksud adalah jumlah person yang bersepakat untuk memutuskan suatu program dalam kerangka kerja pemerintahan. Dalam ajaran Islam, berkoalisi sama halnya dengan bekerja sama atau tolong-menolong. Tertulis jelas dalam Alquran surah Almaidah [5] ayat 2, “Dan, tolong-menolonglah kalian dalam (berbuat) kebaikan dan takwa.” Artinya, bekerja sama atau tolong-menolong dalam bentuk apa pun hendaknya berorientasi kebaikan dan dalam rangka meningkatkan takwa atau berorientasi ketuhanan. Dalam konteks kenegaraan dan politik Islam, koalisi dilakukan untuk menata kehidupan masyarakat yang Islami. Di sana, ada gerakan pengakuan Allah Yang Esa (tauhid), persaudaraan (ukhuwah), persamaan (musawah), berunding (musyawarah), berlomba dalam kebaikan, dan termasuk kebebasan. Namun, terkadang dalam pelaksanaannya, terjadi semacam pertentangan antara satu anggota koalisi dengan yang lainnya. Pertentangan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor ideologis. Dalam hal ini, terdapat kesepakatan dasar koalisi yang tiba-tiba terlupakan. Ada juga faktor perubahan orientasi koalisi menjadi kebendaan dan materi, bukan lagi spiritual. Faktor eksternal juga bisa dihitung karena bisa saja ada yang bertujuan memecah belah persatuan ideologis-spiritualis ini. Untuk itulah, Allah SWT mengingatkan orang-orang yang tengah bersepakat berkoalisi agar teguh memegang visi dan misi spiritual-kemasyarakatan dalam berpolitik dan bernegara. Peringatan Allah tersampaikan dalam surah Ali Imran [3]: 103, “Dan, berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah dan janganlah kalian bercerai-berai. Dan, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan. Maka, Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah itu orang-orang yang bersaudara.” Para ahli tafsir menafsirkan kata ‘tali Allah’ itu sebagai Alquran atau agama Islam. Menurut Buya Hamka, dengan berpedoman pada tali Allah, dirimu yang terpecah-pecah itu dengan sendirinya akan menjadi satu. Kalau hati telah menyatu, segala sesuatu menjadi ringan dipikul dan segala kesalahpahaman akan mudah diselesaikan.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

strategi jitu mencapai tujuan sluman slumun slamet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2010
M T W T F S S
« Feb   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pages


%d bloggers like this: